Sejak beberapa waktu yang lalu, apartemen Green Pramuka City yang terletak di kawasan Jakarta Pusat diterpa banyak isu masalah yang tak kunjung habis. Tapi, apakah sebenarnya masalah tersebut benar adanya? Nyatanya tidak juga. Berbagai permasalahan yang timbul diperbaiki dengan cepat oleh pihak pengelola. Tak percaya?

Isu Biaya Pemeliharaan yang Tak Masuk Akal

Salah satu isu yang santer beberapa waktu lalu terdengar dari apartemen Green Pramuka City adalah masalah biaya pemeliharaan yang tak masuk akal. Oleh sebab itu, banyak unit yang mengeluhkan betapa mahalnya mereka harus membayar biaya perawatan per bulannya yang menurut mereka tidak sesuai dengan fasilitas yang diterima.

Nyatanya, berbagai fasilitas yang bisa Anda temukan di sini adalah yang terbaik di kelasnya. Kolam renang, fitness center, ruang terbuka hijau dan lainnya. Biaya pemeliharaan memang cukup tinggi. Namun ada alasan kenapa begitu. Salah satunya adalah untuk menjaga harga jual apartemen tetap stabil. Dengan begitu, si pemilik apartemen jugalah yang akan untung.

Apalagi, biaya instrumen listrik dan peralatan gedung juga sangat kompleks sehingga membutuhkan dana besar untuk perbaikan. Lagipula, sebenarnya kebanyakan pemilik unit yang protes hal ini sebenarnya adalah pemilik unit yang enggan membayar. Mereka menunggak lama hingga biaya bengkak sampai akhirnya melakukan protes karena nilainya.

Lahan Parkir Terbatas dan Berbayar

Keluhan lain yang santer terdengar adalah lahan parkir yang terbatas dan berbayar pula. Sebenarnya, lahan parkir di apartemen Green Pramuka City sudah memenuhi standar jumlah minimal, yakni 1 per sepuluh dari jumlah unit yang ada. Hanya saja, jumlah pemilik unit yang memiliki kendaraan mobil tampaknya lebih banyak daripada itu.

Inilah yang menjadi masalah. Namun, pihak apartemen Green Pramuka terus mengupayakan yang terbaik. Masalah berbayar, memang harus berbayar. Tempat parkir jelas memerlukan biaya perawatan dan petugas parkir. Kalau Anda ingin murah, ada baiknya mengambil langganan parkir ketimbang memarkirkan hitungan hari.

Apalagi, dengan langganan parkir Anda akan mendapat lokasi parkir tersendiri. Sedangkan bila harus gratis, itu tak bisa diwujudkan. Sebab, seperti yang sudah disinggung sebelumnya, tempat ini butuh biaya perawatan dan membayar petugas parkir juga.

Menolak Pengelola dari Pihak Pengembang

Maksud dari isu masalah yang satu ini adalah adanya penolakan dari pihak pemilik bila ada penghuni apartemen yang menginkan pengelolaan apartemen dilakukan secara perorangan yang tinggal di tempat tersebut. Maksud dari protes tersebut sebenarnya agar lebih mudah melakukan pengurusan surat maupun biaya untuk segala sesuatu yang ada di apartemen itu.

Namun, harus Anda tahu. Mengelola apartemen bukanlah perkara yang mudah. Ada ribuan orang yang harus diatur dan dikelola di dalamnya. Tentunya untuk melakukan itu, harus ada tim yang solid dan profesional. Mereka akan mengatur semua mulai dari biaya, surat menyurat, hingga lainnya.

Apartemen Green Pramuka City memang tak menerima pengelola dari pihak luar karena ditakutkan akan menyebabkan masalah pada unit lainnya. Namun, yang paling penting para penghuni mendapat laporan yang transparan mengenai pengelolaannya. Lagipula, pengelolaan unit juga akan diberikan pada pemilik unit setelah beberapa waktu nanti.

Jadi, jika dilihat dari berbagai isu yang berkembang, nyatanya masalah tersebut tidak sesungguhnya berasal dari pihak apartemen. Pihak Green Pramuka City telah menyediakan klarifikasi terbaik dan solusi yang sesuai untuk permasalahan penghuninya. Jadi, Anda yang sebelumnya mundur beli apartemen di sini karena masalah itu, sekarang tak perlu takut lagi.

Recommended Posts

No comment yet, add your voice below!


Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.