Penyewaan unit apartemen terhadap WNA sekarang ini semakin banyak terjadi. Penyewaan seringkali dilakukan oleh broker ilegal. Bahkan baru-baru ini terjadi peristiwa penyewaan unit apartemen oleh imigran gelap yang berasal dari Afrika. Para imigran gelap ini didapatkan dan ditangkap di apartemen Green Pramuka City. Imigran berjumlah sebanyak 14 orang dan melakukan sewa unit apartemen Green Pramuka City yang didapatkan melalui jasa broker ilegal. Kini para imigran tersebut kini telah diamankan di Kantor Imigrasi Kelas 1 non-TPI Jakarta Pusat. 

Konfirmasi Kantor Imigrasi Jakarta Pusat

Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian, Alvian Bayu Indra Yudha, menyatakan bahwa para imigran yang menyewa unit apartemen Green Pramuka City tersebut telah overstay. Mereka telah menetap di Indonesia melebihi waktu tinggal yang telah ditentukan di paspor. Oleh karena itu para imigran ini dinyatakan telah melanggar peraturan yang diberlakukan di Indonesia terutama peraturan  mengenai ketentuan bagi WNA yang tinggal di Indonesia.

Dari hasil penangkapan tersebut sebanyak 3 WNA dibebaskan karena telah memiliki paspor. Sisanya kemudian digiring menuju ke kantor Imigrasi Kelas 1 non-TPI Jakarta Pusat untuk melakukan pendataan. Para imigran gelap yang telah berhasil ditangkap oleh pihak Kantor Imigrasi Kelas 1 non-TPI Jakarta Pusat ini kemudian diamankan di Rumah Detensi Imigrasi untuk sementara waktu.

Turut menanggapi peristiwa ini, Kevin Semuel Manus selaku Kepala Subseksi Intelijen Keimigrasian Jakarta Pusat, bertempat di kantor Imigrasi Kelas 1 non-TPI Jakarta Pusat menyatakan bahwa para WNA yang tidak memiliki data secara lengkap tentunya akan segera diamankan. Para WNA tersebut memang datang ke Indonesia dengan tujuan untuk bekerja dan berwisata. Sayangnya kelengkapan syarat bagi WNA tersebut tidaklah dipenuhi sehingga mereka terpaksa harus diamankan oleh petugas.

Konfirmasi Pihak Pengelola Apartemen

Head of Communication Green Pramuka City yaitu Lucida Sinaga yang sempat diwawancara di area apartemen Green Pramuka City menyebutkan bahwa para imigran gelap tersebut berhasil ditangkap dan selanjutnya diamankan. Pengamanan ini dilakukan setelah tim intel dari Kantor Imigrasi Kelas 1 non-TPI Jakarta Pusat melakukan giat inteldakim di area lokasi apartemen Green Pramuka City Jakarta Pusat. Peristiwa ini dilakukan pada sore hari tepatnya pada hari Kamis (24/10/2019) kurang lebih pukul 17.50 WIB dan dihadiri oleh tim pengawasan orang asing serta pejabat dari pemerintah kota Jakarta Pusat. 

Adapun penyewaan unit oleh WNA bukan merupakan hal yang pertama kali terjadi. Sewa unit kamar oleh WNA memang sering terjadi di apartemen Green Pramuka City. Kebanyakan para WNA mendapatkan sewa unit apartemen dari broker ilegal.

Untuk kedepannya Lusida akan semakin memperketat aturan yang diberlakukan untuk para penghuni apartemen Green Pramuka City terutama bagi warga asing. Para imigran yang hendak menyewa unit kamar di apartemen harus memiliki paspor dan kartu izin tinggal terbatas atau yang biasa disebut dengan istilah kitas. Sebenarnya peraturan untuk tamu asing yang menyewa unit apartemen sudah jelas. WNA juga harus memiliki visa kerja dan visa turis sebagai pelengkap data. Dengan adanya peraturan yang lebih ketat maka diharapkan agar penyewaan unit apartemen Green Pramuka City tidak lagi dilakukan secara sembarangan terutama pada WNA atau imigran.

Kedatangan para WNA ke Indonesia memang kebanyakan dengan alasan untuk bekerja dan berwisata. Namun sampai saat ini pihak imigrasi masih saja menyelidiki mengenai alasan yang membuat para imigran masih bertahan di Indonesia.

Recommended Posts

No comment yet, add your voice below!


Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.